Rabu, 29 April 2020

Merancang Desain Pembelajaran Modern


Dalam mendesain pembelajaran dan sekaligus menghasilkan bahan pembelajaran ada 11 langkah yang harus dilaksanakan, yaitu sebagai berikut
  1. Mendapatkan data dan informasi guna mendapatkan masukan dari siswa/pengguna atas materi-materi yang dianggap sulit atau perlu dipelajari lebih lanjut.
  2. Berdasarkan data yang didapat dari langkah 1 selanjutnya kita perlu membuat identifikasi kebutuhan peserta didik terhadap mata pelajaran/bahan yang akan kita rancang
  3. Berdasarkan data langkah 2 selanjutnya kita mulai membuat analisis instruksional/pembelajaran mata pelajaran yang akan kita rancang
  4. Seorang perancang perlu mendapatkan gambaran karakteristik peserta didik yang akan menjadi target atau pemakai buku yang kita rancang
  5. Membuat rumusan tujuan instruksional khusus
  6. Melakukan penyusunan TES
  7. Membuat perencanaan strategi instruksional/pembelajaran yang akan digunakan
  8. Mengembangkan dan memilih bahan instruksional. Bahan pembelajaran yang dirancang dapat dibedakan menjadi dua yaitu bahan tercetak dan bahan online. Dalam hal perancangan bahan pemebelajaran 9Buku) dapat digunakan teori Rothwel dan untuk bahan online bisa menggunakan teori hannafin
  9. Setelah draf bahan tersedia (langkah 8) selanjutnya perlu dilakukan evaluasi formatifsebagai berikut:
1)      One-to-one expery dengan melibatkan 4 orang pakar (pakar desain, pakar media, pakar materi, pakar bahasa)
2)      One-to-one learner (melibatkan 3 orang siswa yang berasal dari siswa peringkat atas, menengah, dan bawah)
3)      Evaluasi Small Group (melibatkan 9 orang siswa yang berasal dari kelompok menengah dan bawah)
4)      Field trial yaitu tahap uji coba luas dengan melibatkan siswa sekitar 30 siswa yang bersasal dari kelompok atas, menengah, dan bawah
Setiap tahapan mulai eavaluasi one-to one, evaluasi small group akan menghasilkan namanya draf  bahan pembelajaran dan setelah field trial baru dinamakan prototype bahan pembelajaran
  1. Melakukan evaluasi formatif
  2. Merancang dan mengembangkan evaluasi sumatif (khusus untuk langkah ini sifatnya tidak harus dalam proses desain pembelajaran karena harus dilakukan oleh pihak lain
Sedangkan untuk buku pembelajaran yang dirancang untuk keperluan penerbit biasanya pihak penerbit sudah mempunyai format/standar tertentu. Sehingga jika penulis ingin memasukkan buku agar bisa diterbitkan maka format yang digunakan harus mengacu kepada format yang digunakan oleh penerbit.

Kesimpulan
Blended Learning adalah pembelajaran yang dilakukan dengan memadukan pembelajaran dengan cara konvensional dan pembelajaran online. Hal menarik dari Blended Learning adalah pembelajaran memadukan antara pembelajaran tatap muka di kelas dengan pembelajaran online yang dilengkapi dengan pedoman utk guru, dan siswa, pembelajaran bisa berlangsung setiap saat, guru dapat mengendalikan pembelajaran, penugasan dapat dikirim ke web pembelajaran, ujian dapat dilaksanakan secara online.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar